Customer Service

Powered by Blogger.

Selamat datang di CahayaCell

Kini mau beli pulsa tidak usah keluar rumah Transaksi cepat dan akurat
PRODUK TERBARU

PERDANA IM3 INTERNET 3GB

PERDANA IM3 8 GB

PERDANA IM3 11 GB

PERDANA SIMPATI 2 GB

PERDANA AXIS 3 GB

PERDANA XL 3GB

Pemkab Banyumas Kaji Sterilisasi Gang Sadar

Upaya pemerintah pusat yang mencanangkan Indonesia bebas prostitusi 2019, direspon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas Jawa Tengah. Saat ini, pemkab Banyumas masih melakukan kajian untuk mensterilisasikan Gang Sadar dari aktivitas tersebut.
Asisten ekonomi pembangunan kesejahteraan rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Banyumas, Didi Rudwiyanto mengemukakan saat ini kajian terus dilakukan dengan memetakan kondisi sosial dan keamanan.
“Banyak faktor yang dikaji untuk melakukan sterilisasi Gang Sadar, karena kondisinya sangat berbeda dengan lokalisasi Kalijodo dan Gang Dolly,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.
Namun, ia mengemukakan dari laporan yang diterima hingga saat ini, menyatakan adanya penurunan jumlah penghuni Gang Sadar. “Menurut info (penghuni) yang ada di Gang Sadar jumlahnya sudah berkurang,” jelasnya.
Kajian untuk sterilisasi, menurutnya, dilakukan karena karakter Gang Sadar yang sebenarnya merupakan rumah kos menjadi sangat berbeda dengan lokalisasi yang sering dijumpai di beberapa wilayah. “Sebenarnya wacana seperti ini sudah ada sejak dua tahun lalu,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengemukakan, sterilisasi Gang Sadar pernah dilakukan pemkab Banyumas saat penyelenggaraan jambore nasional 2001 di Baturraden. Saat itu, katanya, Gang Sadar berhasil disterilkan.
“Saat itu, bisa disterilkan dalam waktu sebulan, selama penyelenggaraan jambore nasional yang diikuti ribuan peserta anak-anak dari seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia menggambarkan, saat itu hotel yang berada di sekitar Baturraden dijadikan tempat penginapan peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. Hingga menyebabkan, aktivitas esek-esek di kawasan Baturraden steril.
“Hotel-hotel yang ada dipakai untuk semua kontingen sehingga bisa steril dari aktivitas tersebut,” jelasnya.
Meski begitu, Didi mengemukakan, pemkab akan terus melakukan upaya penegakan hukum dengan melakukan berbagai razia di wilayah tersebut dengan melakukan razia penyakit masyarakat secara intensif.

Manfaatkan Libur Imlek, Pengunjung Serbu Lokawisata Baturraden

Libur panjang yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2567 kali ini turut mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lokawisata Baturraden.  Pengunjung Lokawisata Baturraden didominasi wisatawan dari luar Banyumas, seperti Bandung, Jakarta, dan sejumlah daerah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Kepala UPT Lokawisata Baturraden, Djoko Haryanto, mengatakan, selama tiga hari dari jumat – minggu (06-08/02), pengunjung mencapai 12.937 orang. “Puncak kunjungan libur Imlek terjadi pada sabtu yang mencapai 7.353 orang. Tetapi, pada minggu mulai menurun, mungkin karena hujan lebat yang mengguyur,” ungkapnya, selasa (09/02).
Pemberlakuan satu tiket untuk semua wahana yang relatif lebih murah, dianggap menjadi pemicu tren kunjungan Lokawisata Baturraden sejak tahun 2015 terus meningkat.
Dalam catatan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, jumlah rata-rata pengunjung Lokawisata Baturraden mengalami peningkatan.  Tahun ini, pengunjung naik dari angka 2.500 orang menjadi 3.500 orang per pekan.
“Akhir tahun 2015 juga di luar prediksi. Wisatawan yang berkunjung hampir dua kali lipat,” katanya.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko, mengatakan, Lokawisata Baturraden ditarget memperoleh 444.000 pengunjung tahun ini. Dia berharap tren peningkatan wisatawan ini menjadi angin segar.
“Khusus untuk lokawisata akan kami tingkatkan pelayanan dan fasilitasnya. Bukan tidak mungkin kami juga bakal menambah wahana,” ujarnya.
Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan di Lokawisata Baturraden selama Januari 2016 sudah mencapai 71.000 orang. Dia mengaku optimistis target kunjungan wisatawan selama tahun 2016 dapat tercapai.

Menantang Adrenalin di Ketinggian Puncak Sendaren

Akhir pekan ini, rasanya akan menarik untuk melakukan petualangan di alam terbuka. Tren wisata alam dengan pemandangan yang memanjakan mata akan ciptaan illahi, kini makin banyak dijumpai.
Di Purbalingga, keindahan alam dari ketinggian Puncak Sendaren tak kalah mengasyikan dengan wisata sejenis di daerah lain. Terletak di Dusun Karang Gedang, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Puncak Sendaren bisa dinikmati di atas jembatan bambu.
Bukan jembatan seperti pada umumnya yang menyambungkan dengan titik lain, jembatan ini layaknya dermaga di tepi laut. Bagi muda-mudi, Puncak Sendaren menjadi pilihan yang seru dan asyik untuk beakhir pekan.
Ingin tahu, bagaimana cara mencapai Puncak Sendaren yang kini digadang-gadang menjadi wisata alam muda-mudi Purbalingga, sebaiknya lihat tautan berikut yang tak kalah seru dan menantang adrenalin.